Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sistem Peredaran Darah Pada Hewan

Sistem Peredaran Darah Pada Hewan -  Organisme bersel tunggal berada dalam kontak yang konstan dengan lingkungan mereka, mendapatkan nutrisi dan oksigen langsung di permukaan sel. Hal yang sama berlaku untuk tanaman dan hewan kecil dan sederhana, seperti ganggang, lumut, spons, cnidaria, dan cacing pipih.

Yang lebih besar dan lebih kompleks tanaman dan hewan membutuhkan metode untuk mengangkut bahan-bahan ke dan dari sel jauh dari lingkungan eksternal. Organisme ini telah mengembangkan sistem transportasi.

Sistem Peredaran Darah Pada Hewan

Sistem transportasi berfungsi untuk mengangkut bahan-bahan ke dan dari sel seluruh organisme. Organisme mulai dari tanaman untuk hewan memiliki kebutuhan gizi yang berbeda. Karena perbedaan ini, berbagai spesies telah mengembangkan proses peredaran darah yang berbeda untuk membantu kebutuhan transportasi khusus mereka.

Sebagimana sistem peredaran darah yang hewan miliki, kesemua sistem peredaran darah tersebut ada yang mirip dan ada juga yang berbeda. Berikut dibawah ini Sistem Peredaran Darah Pada Hewan Beserta Gambarnya yang mungkin perlu untuk kita pelajari.

Tanaman

Sistem transportasi yang ditemukan pada tumbuhan vaskular. Jaringan vaskular menyediakan transportasi pada tanaman terestrial. Sistem terdiri dari jaringan ikat seperti tabung diatur dalam xilem dan floem. Xilem mengangkut air dan mineral dalam tanaman, sedangkan floem mengangkut bahan makanan dan hormon.

Jaringan Xilem dan floem dikelompokkan dalam pengaturan yang disebut ikatan pembuluh. Pada tumbuhan monokotil, ikatan pembuluh yang tersebar di seluruh jaringan parenkim tidak dalam pola tertentu. Pada tumbuhan dikotil, ikatan pembuluh terjadi dalam lingkaran di sekitar daerah pusat empulur. Pada tanaman kayu dikotil, bentuk xilem baru pada bagian dalam kambium tumbuh setiap musim, xilem lama membentuk lingkaran tahunan tanaman.

Hewan

Pada hewan, sistem transportasi umumnya disebut sistem peredaran darah karena cairan transportasi mengalir melalui rangkaian. Sebagian besar hewan memiliki satu atau lebih organ yang disebut jantung untuk memompa cairan. Saluran yang dilalui aliran fluida adalah arteri (yang mengarah dari jantung), pembuluh darah (yang mengarah ke jantung), dan kapiler (pembuluh darah mikroskopis antara arteri dan vena).

Pada hewan, seperti cacing tanah, sistem peredaran terdiri dari saluran darah, dan lima vessel berdenyut yang berfungsi sebagai jantung, darah mengalir melalui pembuluh ke seluruh bagian tubuh cacing tanah. Gas mengikat hemoglobin dalam darah.

Arthropoda darat memiliki sistem peredaran darah terbuka. Sebuah tabung seperti jantung memompa darah ke dalam pembuluh darah dorsal, yang bermuara ke dalam rongga tubuh arthropoda, atau hemocoel. Kontraksi otot-otot tubuh secara bertahap memindahkan darah kembali ke jantung hewan.

Semua vertebrata memiliki satu, otot jantung yang kuat untuk memompa darah. Pada ikan, darah terakumulasi dalam ruang tipis penerima berdinding disebut atrium. Darah kemudian melewati katup ke dalam ruang pompa, sebuah ventrikel. Ventrikel berkontraksi dan darah keluar masuk ke insang, dimana pertukaran gas terjadi, dan dari sana ke sisa tubuh. Vena membawa darah kembali ke atrium.

Sistem Peredaran Darah Pada Hewan

Amfibi, seperti katak, memiliki jantung tiga bilik. Jantung memiliki atrium kanan dan kiri dan ventrikel tunggal. Pada reptil, septum otot ada antara dua sisi ventrikel, menciptakan empat bilik jantung primitif. Burung memiliki lebih canggih dari reptil jantung dengan empat bilik. Satu ventrikel memompa darah ke paru-paru untuk pertukaran gas, sementara pompa kedua darah yang kaya oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Mamalia juga memiliki empat bilik jantung.

Sistem Peredaran Darah Reptile

Reptile adalah hewan yang memiliki ciri fisik kulit bersisik dan dapat bergerak dengan cara merayap/melata. Sistem peredaran darah pada hewan ini umumnya terdiri dari pembuluh darah dan jantung (alat pemompa darah).

Jenis sistem peredaran darah pada reptile adalah sistem peredaran darah tertutup dan berdarah ganda. Umumnya hewan reptile memiliki 2 serambi dan dua bilik. 2 serambi terdiri ddari serambi kanan dan serambi kiri. Sedangkan 2 bilik adalah bilik kanan dan bilik kiri.

Antara bilik kiri dengan bilik kanan mempunyai sekat yang tidak sempurna, sehingga situasi ini menyebabkan darah yang terdapat dibilik kiri dan biliki kanan bisa bercampur satu sama lain.

Cara kerja sistem pernafasan hewan reptile yaitu darah yang telah mengandung banyak karbondioksida masuk melewati serambi kanan. Kemudian dari serambi kanan masuk ke dalam bilik kanan dan oleh organ jantung dialirkan ke paru-paru. Ketika berada di paru-paru karbondioksida akan diganti menjadi oksigen, lalu dari paru-paru dialirkan ke serambi kiri dilakutkan kebilik kiri. Keluar dari bilik kiri darah dialirkan keseluruh tubuh yang diangkut oleh pembuluh nadi.

Sistem Peredaran Darah Pisces (Ikan)

Pisces adalah semua jenis ikan, baik ikan air laut atau air tawar yang melakukan pernafasan dengan insang. Pada pisces darah terdiri dari plasma darah dan korpuskula. Yang termasuk dalam korpuskula yaitu keeping darah, sel darah merah dan sel darah putih.

Sementara alat peredaran darah yang dimiliki oleh pisces sama dengan hewan lainnya yang terdiri dari pemompa darah atau jantung dan pembuluh darah. Jantung pisces berdekatan dengan alat pernafasan yaitu insang yang terletak di rongga pericardium.

Pericardium itu sendiri merupakan selaput yang menyelimuti jantung ikan. Dimana pada jjantung ikan hanyaa terdiri dari 1 serambi dan 1 bilik dengan warna jangtunya merah agak tua. sementara warna merah muda merupakan warna bilik ikan. Mekanisme darah pisces yaitu darah yang ada di serambi diaalirkaan ke bilik.

Lalu dari bilik masuk ke dalam insang melalui pembuluh nadi insang. Kemudian pada insang karbondioksida akan dibuang dan diganti dengan oksigen. Selanjutnya darah dari insang akan melewati aorta. Dan aorta akan membawa darah kaya akan oksigen dan sari makanan ke seluruh tubuh ikan. Setelah itu darah akan menuju serambi dan akan terjadi secara terus menerus.

Sistem Peredaran Darah Pada Aves (Burung)

Sistem peredaran aves atau burung sangat mirip dengan sistem peredaran darah manusia. Sistem peredaran darah ganda dan tertutup, sehingga dapat dikatakan sama. Burung mempunyai 4 ruangan jantung yang masing-masingnya terpisah oleh pembatas yang sempurna. Sehingga darah tidak akan tercampur. Pada aves terdapat 2 pembuluh utama, yaitu pembuluh vena (bilik) dan pembuluh arteri (nadi). Tugas dari masing-masing pembuluh tersebut berbeda.

Ekanisme peredaran darah pada aves adalah darah yang mengandung banyak oksigen akaan mengalir keluar dari organ jantung menuju keseluruh tubuh melewati pembuluh arteri. Kemudian darah akan berganti menjadi karbondioksida dan dibawa oleh pembuluh vena masuk ke dalam serambi kanan. Lalu darah diteruskan ke bilik kanan dan dipompa menuju organ paru-paru. Sementara di dalam paru terjadi pergantian gas, dari karbondioksida menjadi oksigen. Proses elanjutnya darah yang kaya akan oksigen dan sari makanan akan dialirkan ke serambi kiri kemudian ke bilik kiri dan keluar dari jantung masuk kepembuluh arteri.

Sistem Peredaran Darah Pada Amfibi

Amfibi berbeda dengan pisces yaitu amfibi dapat hidup di dua temat atau alam yakni di darat dan di air, misalnya katak atau kodok. Katak atau kodok mempunyai darah yang terdapat pada sel-sel darah dan cairan plasma. Sel-sel darah tersebut mempunyai inti yang berbentuk pipih dan membulat memanjang. Sel-sel darah pada katak juga mengandung hemoglobin yang berperan dalam mengikat oksigen dari udara. Katak juga mempunyai sel darah putih dengan bentuk seperti emoeboid.

Selain itu, katak juga memiliki organ jantung dengan bentuk kotak yang terdiri dari 3 ruangan, yaitu 1 bilik dan 2 serambi. Sistem peredaran darah yang dimiliki katak adalah jenis sistem peredaran darah tertutup dan sistem ganda. Cara kerja atau mekanismenya yaitu darah dari seluruh tubuh, melalui pembuluh vena menuju ke serambi kanan. Lalu dari serambi kanan menuju ke dalam bilik.

Dari bilik darah akan mengalir lagi menuju paru-paru dan akan mengikat oksigen serta karbondioksida akan dikeluarkan dari tubuh katak tersebut. Selanjutnya darah oleh jantung akan dipompa dari paru-paru menuju serambi kiri. Dari serambi kiri menuju lagi ke bilik dan dari bilik darah akan dibawa oleh pembuluh arteri untuk disebarkan kesluruh tubuh katak.

Kesimpulan

Sistem Peredaran Darah Pada Hewan Beserta Gambarnya – Sistem peredaran darah sangat penting tidak hanya paada manusia namun juga makhluk hidup lainnya seperti berbagai macam hewan. Seperti haalnya hewan reptile, aves, amfibi, dan pisces.

Pada umumnya semua makhluk hidup seperti hewan dan manusia dapat bertahan hidup karena mampunyai sistem peredaran darah. Sistem ini sangatlah penting dalam perannya sebagai pengangkut darah yang kaya akan oksigen diedarkan menuju setiap bagian penjuru dalam sel hewan.

Kemudian mengangkut kembali darah yang kaya akan karbondioksida kembai ke organ jantung. Dimana nantinya akan diubang kembali darah yang telah tercampur karbondiaoksida tersebut menjadi darah yang kaya akan oksigen.

Demikian proses Sistem Peredaran Darah Pada Hewan Beserta Gambarnya yang meliputi hewan amfibi, aves, reptile, dan pisces. Dimana semua proses sistem peredaran darah tersebut terjadi secara terus menerus dan berulang-ulang. Semoga dapat memberikan wawasan.

Post a Comment for "Sistem Peredaran Darah Pada Hewan"