Termometer Klinis (Termometer Badan): Pengertian, Kegunaan, Jenis, Cara Menggunakan

Termometer Klinis adalah termometer yang digunakan untuk mengukur suhu tubuh. Seringkali cairan di dalamnya adalah merkuri. Hal ini sangat akurat karena memiliki tempat yang sempit di mana cairan naik sangat cepat. Dan berikut ini merupakan ulasan tentang pengertian termometer klinis yang lebih detail lagi semoga bermanfaat!

Termometer Klinis (Termometer Badan) Pengertian, Kegunaan, Jenis, Cara Menggunakan

Pengertian Termometer Klinis

Termometer klinis adalah termometer yang digunakan untuk mengukur suhu tubuh manusia. Kebanyakan yang dibuat pada abad ke-20 adalah termometer air raksa. Mereka akurat dan sensitif, membutuhkan tempat yang memungkinkan merkuri naik sangat cepat ketika ada kenaikan suhu.

Kegunaan Termometer Klinis

Termometer klinis digunakan di klinik oleh dokter, sehingga mereka juga disebut termometer dokter atau termometer medis. Sebagian besar menunjukkan skala Celcius dan skala suhu Fahrenheit, dan beroperasi dari 35 derajat Celcius hingga 42 derajat Celcius.

Termometer klinis disebut juga termometer demam. Termometer ini digunakan oleh dokter untuk mengukur suhu tubuh pasien. Pada keadaan sehat, suhu tubuh manusia sekitar 37 C. Tetapi pada saat demam, suhu tubuh dapat melebihi angka tersebut, bahkan bisa mencapai angka 40.

Skala pada termometer klinis hanya dari 35 C hingga 43 C. Hal ini sesuai dengan suhu tubuh manusia, suhu tubuh tidak mungkin di bawah 35 C dan melebihi 43 C. Termometer Klinis biasanya digunakan untuk mengukur suhu tubuh manusia.

Termometer medis dibersihkan sebelum dan sesudah digunakan, dengan alkohol.

Selama berabad-abad, termometer medis besar, dan butuh beberapa menit untuk mendaftarkan suhu. Pada 1860-an lebih kecil, yang lebih baik dibuat, dan dengan demikian termometer lebih sering digunakan. Termometer telinga diciptakan pada 1960-an, yang bekerja dengan cepat dan mudah. Termometer digital mulai tersebar luas di akhir abad ke-20.

Cara menggunakan Termometer Klinis

Mula-mula,periksa terlebih dahulu apakah termometer sudah menunjukkan suhu dibawah 35°C.Jika belum,termometer kita kibas-kibaskan sehingga menunjukkan suhu kurang dari 35°C.Selanjutnya,pasang thermometer itu di bawah ketiak atau lipatan tubuh selama kira-kira 5 menit.Setelah itu,ambil thermometer dari tubuh dan baca pada skala termometer.Skala yang ditunjukkan termometer menunjukkan suhu tubuh pasien pada keadaan itu.

Skala Suhu :

  • 35°C sampai dengan 42°C
  • Jenis Zat Muai
  • Raksa atau alkohol
  • Tingkat Ketelitian
  • 0,1°C

Kelebihan :

Termometer ini mempunyai lekukan sempit diatas wadahnya yang berfungsi untuk menjaga supaya suhu yang ditunjukkan setelah pengukuran tidak berubah setelah termometer diangkat dari badan pasien.

Kekurangan :

Termometer klinis harus dikibas-kibaskan terlebih dahulu sebelum digunakan agar kembali ke posisi normal.

Klasifikasi Berdasarkan Lokasi

Suhu dapat diukur di berbagai lokasi pada tubuh yang mempertahankan suhu yang cukup stabil (terutama oral, aksila, rektal, timpani, atau temporal). Suhu normal sedikit berbeda tiap lokasi; pembacaan oral 37 ° C tidak sesuai dengan pembacaan rektal, temporal, dll. dengan nilai yang sama.

Ketika suhu dikutip, lokasi juga harus ditentukan. Jika suhu dinyatakan tanpa kualifikasi (mis., Suhu tubuh tipikal) biasanya diasumsikan sub-lingual. Perbedaan antara suhu inti dan pengukuran di lokasi yang berbeda, yang dikenal sebagai bias klinis. Pengukuran tunduk pada bias klinis yang bergantung pada lokasi dan variabilitas antara serangkaian pengukuran (standar deviasi perbedaan).

Sebagai contoh, satu penelitian menemukan bahwa bias klinis suhu rektal lebih besar daripada suhu telinga yang diukur dengan pemilihan termometer yang sedang diuji, tetapi variabilitasnya lebih sedikit.

Wendy Andriyan

Hanya seorang anak yang senang berbagi melalui tulisan.

Post a Comment (0)
Previous Post Next Post