Skip to main content

Pertanda Akan Terjadinya Krisis Ekonomi

Setiap tahunnya harga barang dan jasa akan selalu mengalami perubahan, ada berbagai macam sektor yang mengalami kenaikan dan juga penurunan harga.

Banyak faktor yang pastinya mempengaruhi perubahan harga yang terjadi dalam perputaran roda ekonomi, misalnya saja pada tahun 2020 ini tidak sedikit barang dan jasa yang mulai mengalami penurunan harga, seperti barang kebutuhan sehari-hari, bahan pokok makanan, industri pariwisata dan industri otomotif yang sudah menurunkan harga jual barang dan jasa mereka. 

Pertanda Akan Terjadinya Krisis Ekonomi

Penurunan harga dari berbagai komoditas bukan merupakan pertanda stabil dan bagusnya ekonomi di sebuah Negara. Justru sebaliknya, ini membuktikan bahwa pergerakan ekonomi di sebuah Negara sedang mengalami penurunan.

Dalam sudut pandang ekonomi makro, fenomena penurunan harga barang dan jasa disebut deflasi atau biasa disebut juga inflasi negatif. Deflasi merupakan penurunan harga yang bisa disebabkan karena ketersediaan barang dan jasa meningkat, namun permintaan akan  barang dan jasanya menurun.

Inflasi dan deflasi sama-sama berbahaya bagi perekonomian Negara, jika sudah melewati ambang batas maksimal atau berlebihan. Meskipun keduanya memiliki gejala yang berbeda dan bertolak belakang, namun inflasi dan deflasi yang parah bisa menyebabkan terjadinya krisis ekonomi.

Misalnya saja, hiperinflasi yang terjadi di Venezuela sejak tahun 2016, dan juga krisis ekonomi akibat deflasi di Amerika Serikat pada tahun 1930-an.

Kenapa Harga Barang dan Jasa Bisa Turun?

Ada dua penyebab umum dari turunnya harga barang dan jasa, pertama adalah Oversupply, yang artinya jumlah ketersediaan barang yang berlebih. Yang kedua adalah Low demand (permintaan akan barang dan jasa menurun), Low demand merupakan penyebab deflasi paling berbahaya, yakni menurunnya daya beli konsumen, hal ini bisa disebabkan adanya peredaran uang yang macet karena adanya kredit utang macet dalam skala besar, seperti yang terjadi di Amerika pada tahun 2008.

Bisa juga terjadi setelah kondisi perang dunia pada tahun 1920-an di Eropa, atau juga bisa terjadi karena adanya pandemi wabah virus seperti yang terjadi di tahun 2020.

Terlepas dari apapun penyebab yang terjadi, deflasi akan semakin berbahaya jika berubah menjadi deflasi spiral, dimana turunnya daya beli konsumen akan membuat perdagangan menjadi lesu, sehingga memicu para pengusaha terpaksa menurunkan harga.

Dan secara otomatis turunnya harga di pasar akan memicu kerugian bagi pemilik usaha, sehingga memicu PHK massal dan menjadikan tingkat pengangguran meningkat. Pengangguran ini akan kembali memicu daya beli konsumen yang semakin menurun dan seterusnya.

Rantai sebab-akibat tersebut bisa terus berputar semakin meningkat dan parah yang disebut dengan deflasi spiral. Dan akan semakin parah, jika penurunan harga dalam perputaran roda ekonomi memicu kredit macet, baik bagi masyarakat, perusahaan, dan Negara.

Karena efek dari penurunan transaksi  akan menyebar pada berbagai sektor, mulai dari penurunan penghasilan sebuah keluarga, penurunan income sebuah perusahaan, hingga penurunan pendapatan pajak di sebuah Negara.

Dan jika kondisi seperti ini terus berkelanjutan, maka secara teknis Negara bisa mengalami resesi. Resesi ini terjadi jika produktivitas Negara dari Gross Domestic Product (GDP), atau Pendapatan Domestik Negara mengalami penurunan hingga level negatif dalam periode 2 kuartal berturut-turut.

Efek psikologis yang ditimbulkan juga bisa semakin memperparah deflasi spiral yang terjadi, dimana masyarakat cenderung menunda kegiatan belanja mereka, dan para pengusaha tidak akan mengambil keputusan keuangan untuk menghindari resiko bisnis. Sehingga deflasi spiral yang terjadi akan semakin parah.

Puncak yang ditimbulkan dari deflasi spiral ini jika penurunan harga sudah sampai ke industri kebutuhan makanan pokok. Jika hal ini terjadi, maka para petani, peternak, dan nelayan akan terus merugi karena harga jual produksi mereka sangat murah.

Hingga mereka memutuskan berhenti bekerja untuk memproduksi barang, jika tidak ada hasil pangan yang diproduksi akan memicu wabah kelaparan di berbagai daerah. Seperti terjadinya great depression yang melanda Amerika Serikat tahun 1930-an.

Kenapa Deflasi Bisa Menyebabkan Terjadinya Krisis Ekonomi?

Dalam memahami konsep ekonomi makro, tidak bisa hanya dilihat dari sudut pandang konsumen saja, namun juga dari sudut pandang produsen. Konsepnya adalah, bahwa setiap uang yang kita belanjakan merupakan penghasilan bagi orang lain.

Artinya, harga barang dan jasa yang semakin turun merupakan tanda bahwa penghasilan masyarakat semakin menurun, dan jika hal ini tidak segera ditangani akan berpotensi menjadi yang sangat berbahaya dan menjadikan krisis ekonomi di sebuah Negara.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
-->