Skip to main content

Pendidikan Berbasis Teknologi Di Indonesia

Pendidikan merupakan hal penting yang kualitasnya perlu dikembangkan karena akan menjadi aset untuk sumber daya manusia di masa depan. Indonesia sendiri merupakan negara dengan sistem pendidikan terbesar keempat di dunia. Pada tahun 2020 jumlah siswa SD di Indonesia mencapai 25,2 juta siswa, SMP mencapai 10,1 juta siswa dan SMA berjumlah 4,9 juta siswa. 

Meskipun pendidikan di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia, namun kualitas dari pendidikan di Indonesia sendiri masih kurang baik. Penelitian dari Prof. Pritchett dalam materi berjudul “The Pivot to Learning: Education System for Accelerated Progress”, menggunakan hasil penilaian Programme for International Student Assessment (PISA), menyebutkan bahwa 58% anak – anak di Indonesia memiliki kemampuan membaca level 1 dan tidak ada yang mencapai di atas level 4.

Pendidikan Berbasis Teknologi Di Indonesia



Data penelitian OECD tahun 2018 untuk Penilaian Siswa Internasional (PISA) mengukur kemampuan anak berusia 15 tahun dalam tiga kategori, yaitu math, science dan reading. Dari 79 negara yang dinilai, Indonesia berada di peringkat ke-73 dalam matematika, ke-74 dalam membaca dan ke-71 dalam sains. 

Dengan skor seperti itu, Indonesia sebagai negara terbesar di Asia Tenggara lebih rendah peringkat pendidikannya dari empat negara lain di ASEAN, seperti Singapura, yang mencetak skor tertinggi kedua (setelah China) dalam tiga mata pelajaran, serta Malaysia, Brunei Darussalam dan Thailand. Indonesia hanya mendapat skor lebih tinggi dari Filipina, yang mendapat nilai terendah di antara 79 negara yang disurvei dalam membaca dan terendah kedua dalam matematika dan sains. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan dari segi science, math dan reading di Indonesia masih tergolong rendah.

Prof. Pritchett juga menyatakan bahwa pendidikan anak – anak di Jakarta buth waktu hingga 128 tahun untuk dapat mengejar ketertinggalan dari negara maju. Penelitian – penelitian tersebut menyadarkan kita bahwa perlu adanya perubaha sistem pendidikan di Indonesia. Sangat sulit sekali jika kita mengejar ketertinggalan tersebut jika masih menggunakan sistem yang ada saat ini.

Hadirnya Revolusi industri 4.0 membuka peluang baru untuk dapat dimanfaatkan berbagai macam kebutuhan. Salah satu pemanfaatan teknologi pada era seperti ini adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan menggunakan teknologi, pendidikan tidak hanya bisa didapatkan melalui sekolah – sekolah formal, tapi juga dapat diakses dimana saja dan kapan saja melalui smartphone atau gadget. 

Teknologi telah terbukti membawa banyak perubahan di berbagai sektor industri tanah air. Seperti finansial, online store, hingga penyedia layanan transportasi adalah bukti perubahan yang dibawa oleh teknologi memberi dampak positif. Dengan begitu, maka diasumsikan bahwa teknologi juga dapat memberikan perubahan pada sektor pendidikan di Indonesia.

Indonesia yang memiliki lebih dari 200 ribu sekolah, 40 juta siswa dan tersebar di lebih 17 ribu pulau, tentu saja masih terdapat kesenjangan infrastruktur, tenaga kerja dan juga akses terhadap literasi. Hal tersebut tentu menjadi suatu tantangan untuk diselesaikan, supaya setiap orang di Indonesia memiliki kualitas pendidikan yang sama. 

Teknologi diharapkan bisa menjadi sarana untuk memperbaiki kualitas pendidikan dari Sabang hingga Merauke. Melalui aplikasi atau internet, setiap siswa dapat mengakses pelajaran yang sama dan kualitas mengajar yang sama. Hal ini akan mengurangi kesenjangan pada dunia pendidikan, karena faktor pengajaran di kota – kota besar bisa jadi berbeda dengan sekolah di daerah kecil.

Pemanfaatan teknologi seperti ini tentunya membutuhkan infrastruktur baru berupa internet ke seluruh pelosok negeri untuk memaksimalkan penggunaan teknologi itu sendiri. Saat ini ada sekitar 64% penduduk Indonesia yang dapat mengakses internet dengan kecepatan yang berbeda beda tentunya. Sehingga, masih ada sekitar 37% penduduk Indonesia yang belum mendapatkan akses internet. 

Peningkatan infrastruktur berupa internet dapat memudahkan siswa di seluruh Indonesia untuk dapat mengakses internet. Di Indonesia juga terdapat beberapa penyedia layanan aplikasi yang dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan untuk anak – anak di Indonesia, seperti ruangguru, zenius, quipper dan pahamify. Aplikasi tersebut dapat membantu proses pembelajaran dan dapat diakses kapanpun dan dimanapun selama masih memiliki akses internet. 

Pendidikan berbasis teknologi akan mengubah beberapa sistem belajar para siswa. Akses terhadap mata pelajaran bisa dilakukan tanpa harus berada di sekolah. Hal ini tentu memberikan kemudahan bagi para siswa untuk belajar. Selain itu, teknologi juga memudahkan interaksi antara orang tua, siswa dan guru, sehingga peran dari masing – masing individu dapat dimaksimalkan untuk pendidikan para pelajar menjadi lebih baik.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
-->