Skip to main content

Materi PAI: Ciri-Ciri Optimis, Ikhtiar dan Tawakal

Setelah menjelaskan pengertian optimis, ikhtiar dan tawakal, sekarang kita akan membahas mengenai ciri-ciri optimis, ikhtiar dan tawakal. Berikut adalah penjelasannya.

Ciri-Ciri Optimis, Ikhtiar dan Tawakal

Ciri-Ciri Optimis, Ikhtiar dan Tawakal


Ciri-Ciri Optimis

Seseorang yang bersifat optimis akan tetap semangat menghadapi semua permasalahan.

Jika tidak berhasil menyelesaikan suatu permasalahan, maka dia akan mencoba lagi untuk kedua kalinya, jika gagal kedua kalinya, akan mencoba lagi untuk ketiga kali, sampai berhasil.


Sebaliknya jika seseorang pesimis, maka akan menyerah dan tidak mau berusaha lagi. Sifat pesimis merupakan sifat tercela yang harus dihindari oleh setiap muslim.


Sifat pesimis akan membuat seseorang berprasangka buruk kepada diri sendiri dan kepada Allah Swt.


Salah satu ciri orang yang optimis adalah ia memiliki harapan yang baik pada saat sebelum melakukan suatu pekerjaan.


Melakukannya dengan sepenuh hati dan perasaan senang serta Pada saat melaksanakan suatu pekerjaan.


Orang yang optimis mensyukuri keberhasilannya dan mengevaluasi kekurangannya, setelah selesai melakukan suatu pekerjaan.


Ciri lain dari orang yang optimis adalah melihat segala sesuatu sebagai sebuah kesempatan, peluang, dan kemungkinan.


Sebaliknya orang yang pesimis melihat segala sesuatu sebagai kegagalan dan ketidakmungkinan. Orang yang optimis biasanya ditandai dengan wajah yang berseri-seri dan mudah untuk tersenyum.


Ciri-Ciri Ikhtiar

Sebagai muslim kita harus mengenali bentuk-bentuk perilaku ikhtiar, agar kelak dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-sehari,


Adapun bentuk-bentuk perilaku ikhtiar yang  harus diamalkan dalam kehidupan manusia adalah:

  1. Mau bekerja keras dalam mencapai harapan dan cita-cita.
  2. Selalu bersemangat dalam menghadapi kehidupan.
  3. Tidak mudah menyerah dan putus asa.
  4. Disiplin dan penuh tanggung jawab.
  5. Giat bekerja dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup.
  6. Rajin berlatih dan belajar untuk  meraih yang diinginkan  dan dicita-citakan.


Sebab itu, setiap muslim wajib membiasakan diri berikhtiar. Sikap perilaku ikhtiar akan memberikan kemampuan dalam menghadapi semua godaan dan tantangan dengan kerja keras. Untuk itu, dalam ikhtiar harus selalu memperhatikan hal –hal sebagai berikut:

  1. Secara konsisten mempertebal iman kepada Allah SWT.
  2. Melawan sikap malas dalam bentuk apapun.
  3. Tidak mudah menyerah dan putus asa.
  4. Berdo'a kepada Allah agar diberi kekuatan untuk selalu berikhtiar.
  5. Rajin dan bersemangat dalam melakukan setiap usaha.
  6. Tekun dalam melaksanakan tugas, dan cerdas memanfaatkan waktu.
  7. Memilik tekad, semangat dan upaya yang kuat dalam memajukan setiap ikhtiar.

Ciri-Ciri Tawakal


a. Mujahadah


Orang yang bertawakal selalu bersungguh-sungguh dalam menyelesaikan suatu pekerjaan .Seorang pelajar yang bertawakal akan belajar dengan sungguh-sungguh untuk dapat menyelesaikan studinya dengan hasil yang baik.


Petani yang bertawakal akan bekerja dengan ulet agar hasil pertaniannya dapat menghasilkan hasil panen yang maksimal. Bagi orang yang bertawakal apa pun pekerjaannya asalkan tidak bertentangan dengan syari’at Islam akan dikerjakan dengan sungguh-sungguh.


b. Berdo'a


Segala sesuatu ada dalam genggaman Allah SWT, berdo’a adalah melambangkan betapa kecilnya kita di hadapan Allah SWT.


Orang yang tidak pernah berdo’a menunjukkan sifat takabur, padahal segala usaha yang kita lakukan jika Allah tidak mengizinkan tidak akan pernah terjadi.Berdo’a diperintahkan oleh Allah SWT, seperti dalam firman-Nya :


"Berdo'alah kalian niscaya akan Aku kabulkan"


c. Bersyukur


Mensyukuri segala apa yang diperoleh tanpa melihat besar kecilnya sesuatu yang diperoleh merupakan ciri tawakal.Dengan bersyukur pada apa yang diperoleh, kita akan selalu merasa puas, senang, dan bahagia.


Seperti dalam firman Allah :


"Bersyukurlah kepada-Ku niscaya akan aku tambah nikmatnya, tapi jika tidak bersyukur sesungguhnya azabku teramat pedih"


d. Sabar


Dari kesemuanya itu, apa pun takdir Allah SWT yang terjadi pada kita, baik kegagalan, penyakit, kesusahan, bencana, kekayaan, pangkat, dan sebagainya, kita harus sabar menerimanya.


Dengan kesabaran, segala apa yang menimpa pada kita, jika itu suatu musibah tidak akan menjadikan kita putus asa…, dan jika itu suatu kesenangan tidak akan menjadikan kita lupa diri.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
-->