Skip to main content

Pengertian Partisi Harddisk dan Fungsinya


Pada artikel ini admin saya akan menjelaskan mengenai pengertian partisi harddisk dan juga fungsi partisi harddisk.

Harddisk merupakan sebuah komponen komputer yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan data.

Tanpa harddisk kita tidak bisa menyimpan data, bahkan mungkin kita tidak akan bisa menyalakan komputer karena OS harus tersimpan pada harddisk.

Satu harddisk bisa dibagi menjadi beberapa bagian, bagian tersebut disebut dengan partisi. Anda pasti pernah melihat partisi-partisi tersebut, contoh dari partisi yaitu pembagian disk menjadi C, D, E dan seterusnya.

Dari penjelasan diatas, kalian sudah mendapatkan sedikit gambaran mengenai apa itu partisi.

Nah untuk lebih jelasnya, berikut adalah pengertian dari partisi harddisk.


Pengertian Partisi Harddisk

Partisi adalah pengaturan data pada harddisk atau bisa juga proses pembagian ruang-ruang kosong pada harddisk untuk memberikan File System pada ruang kosong yang terdapat pada harddisk, kemudian ruang kosong pada harddisk yang telah diberi File System tersebut, digunakan untuk menyimpan berbagai macam data dan sistem operasi.

Sederhananya, adanya partisi yaitu untuk membedakan jenis penyimpanan suatu data antara data sistem (C:) dan data penyimpanan (D:).

Data sistem digunakan untuk menyimpan data seperti sistem operasi dan hasil instalasi software.

Sedangkan data penyimpanan digunakan untuk menyimpan data penting seperti musik, video, foto, docx, ppt dan lain sebagainya.

Fungsi Partisi Harddisk


1. Multiple Filesystem – Ketika kamu membuat partisi maka kamu harus melakukan format terlebih dahulu sebelum dapat digunakan. Ketika melakukan format, kamu harus memilih filesystem telebih dahulu. Filesystem ini memiliki beberapa type yang memiliki keunggulan masing-masing, seperti NTFS memiliki keunggulan kecepat akses yang lebih tinggi daripada FAT dan FAT32.

2. Ukuran Partisi – Pada sistem operasi lama ukuran maksimum partisi lebih terbatas. Karena itu kamu memerlukan partisi untuk membagi ukuran hardisk yang kamu miliki.

3. Multiple Sistem Operasi – Mungkin diantara kamu ada yang menginstall berbagai sistem operasi dalam satu komputer, seperti Windows 7 dan Ubuntu. Seperti yang sudah kamu ketahui kalau Ubuntu bisa membaca partisi Windows, namun sebaliknya Windows tidak bisa membaca partisi Ubuntu. Maka dari itu kamu perlu membuat dua partisi yang berbeda dan menginstall boot loader untuk dapat menjalankan sistem operasi.

4. Ruang Hardisk yang Lebih – Ketika filesystem menyimpan data di partisi, partisi yang lebih besar akan semakin banyak memiliki ruang hardisk kosong. Dengan memiliki beberapa partisi dengan ukuran yang lebih kecil, kamu dapat mengurangi jumlah sampah dari filesystem.

5. Filesystem terpisah dengan filesystem user – Beberapa komponen sistem operasi membutuhkan ruang tersendiri, sedangkan user juga membutuhkan partisis ruang sendiri. Karena itu kamu harus membuat partisi yang terpisah dari partisis filesystem sistem operasi.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
-->