Skip to main content

Dampak Positif dan Negatif Globalisasi di Bidang Ideologi

Dampak Positif dan Negatif Globalisasi di Bidang Ideologi

Dampak Positif dan Negatif Globalisasi di Bidang Ideologi - Globalisasi adalah keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.

Globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan Internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.

Dalam hal ini, globalisasi memiliki dampak tersendiri diberbagai bidang seperti  bidang ideologi.

Ideologi secara etimologis terdiri atas dua asal kata yaitu idea dan logos. Idea memiliki arti gagasan atau cita-cita, juga pandangan sedangkan logos diartikan sebagai ilmu ataupun ratio.


Ideologi dapat diartikan cita-cita atau pandangan yang berdasarkan kepada ratio, sedangkan ideologi suatu bangsa adalah ideologi yang mendukung tercapainya tujuan hidup atau tujuan nasional suatu bangsa.

Istilah ideologi untuk pertama kali di cetuskan oleh seorang filsuf Prancis bernama Antoine Destutt De Tracy (1796), sebagai ilmu tentang pikiran manusia yang mampu menunjukan arah yang benar ke arah masa depan. Ideologi adalah ilmu, seperti juga biologi, psikologi, fisika, dan matematika. 

Namun, dalam perkembangannya ideologi bergeser dari semacam ilmu menjadi suatu paham atau doktrin.

Akibat berkembang pesatnya globalisasi didunia, masyarakat Indonesia sudah mulai banyak yang mengikuti budaya-budaya barat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang tercantum dalam ideologi kita. Hal ini merupakan contoh pengaruh negative globalisasi terhadap ideologi pancasila.

Yang semestinya tidak perlu untuk ditiru, karena pada dasarnya nenek moyang bangsa Indonesia memiliki sikap dan etika yang baik dan santun. Baik dalam berpakaian dan tingkah laku.

Sekarang, dapat kita saksikan sendiri bagaimana masyarakat Indonesia dalam meniru gaya orang Barat. Hal yang mestinya tidak baik untuk ditiru jelas sangat bertentangan dengan ideologi bangsa kita.

Peran globalisasi memiliki dampak positif dan negatif dalam bidang ideologi, berikut adalah ulasannya.

Dampak Positif Globalisasi di Bidang Ideologi



1. Dapat mencontoh tekad suatu negara lain dalam menentukan arah dan tujuan cita-cita suatu bangsa.

2. Meningkatkan pembangunan negara.



3. Penduduknya bersifat supel dan memiliki integritas tinggi.

4. Dapat mengetahui berbagai ideologi dari negara lain.

5. Dengan membandingkan ideologi negara kita dengan negara lain, akan di ketahui mana ideologi yang lebih baik.

6. Bila ideologi negara kita msih belum cukup baik, dapat diperbaiki untuk masa yang akan datang.

7. Meningkatkan hubungan diplomatik antar negara.

8. Menegakkan nilai-nilai demokrasi.

9. Kerjasama antar negara jadi lebih cepat dan mudah.

10. Dapat mencontoh tekad suatu negara lain dalam menentukan arah dan tujuan cita-cita suatu bangsa.

11. Meningkatkan pembangunan negara.

12. Penduduknya bersifat supel dan memiliki integritas tinggi.

Dampak Negatif Globalisasi di Bidang Ideologi



1. Menyebabkan keterpurukan bagi negara-negara lain yang tidak bisa menyeimbangkan arus globalisasi dan justru negara-negara maju tersebut melakukan eksploitasi untuk menyebarkan ajaran ideologi kapitalisme dan liberalisme.

2. Adanya prinsip pasar bebas dalam ideologi yang represif.


3. Setiap negara akan terjadi akulturasi terhadap negara lain.



4. Bila kepribadian kita tidak kuat, maka ideologi negara lain akan mudah mempengaruhi bangsa kita.


5. Masuknya ideologi asing dapat berpengaruh buruk bagi generasi muda yang tidak paham ideologi negara.

6. Terdapat kelompok penganut ideologi asing yang dapat mengganggu stabilitas keamanan negara.


7. Timbulnya gelombang demokratisasi.

8. Internasional selalu mengarah kepada persengkokolan.

9. Negara tidak lagi dianggap sebagai pemegang kunci dalam proses pembangunan.

10. Menyebabkan keterpurukan bagi negara-negara lain yang tidak bisa menyeimbangkan arus globalisasi dan justru negara-negara maju tersebut melakukan eksploitasi untuk menyebarkan ajaran ideologi kapitalisme dan liberalisme.

11. Adanya prinsip pasar bebas dalam ideologi yang represif.

12. Setiap negara akan terjadi akulturasi terhadap negara lain.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
-->